Oleh:Pudji Lelono

JAKARTA-pelabuhanku.com: Pada 25 April 2012 bertempat di Convention Center Hall Smesco Convention Center Jakarta, dilakukan penganugerahan K3 tahun 2012 oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia yang terdiri dari penghargaan atas tercapainya angka kecelakaan nihil (zero accident) dan penghargaan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) di perusahaan seluruh Indonesia.

Ketika masih banyak yang memandang bahwa penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan belum menjadi prioritas, salah satunya adalah karena investasi K3 dianggap sebagai beban.

Persepsi dan kesadaran bahwa investasi di K3 bukan beban tapi harus dipandang sebagai peningkatan produktivitas perusahaan, sehingga terhadap perusahaan yang telah berkomitmen menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan pencapaian angka kecelakaan kerja nihil (Zero Accident) dipandang perlu untuk diberikan apresiasi.

PT Pelindo III (Persero) dalam kesempatan tersebut memborong “Tujuh Sertifikat SMK3 Bendera Emas”  yang merupakan salah satu bentuk penghargaan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3) di unit kerjanya.

Pelabuhan di lingkungan PT Pelindo III (Persero) yang memperoleh anugerah berupa Sertifikat SMK3 Bendera Emas meliputi : Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan capaian 86%, Pelabuhan Banjarmasin dengan capaian 85%, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan capaian 85%, Terminal Petikemas Semarang (TPKS) dengan capaian 90%, Pelabuhan Kotabaru dengan capaian 85%, Pelabuhan Tenau Kupang dengan capaian 87% dan Pelabuhan Benoa Bali dengan capaian 85%.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan&Kesehatan Kerja (SMK3) tersebut didasari pada Peraturan Menteri  Tenaga Kerja & Transmigrasi Nomor : 05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja (SMK3). Pencapaian kriteria dalam audit sertifikasi apabila memperoleh 85% ke atas maka perusahaan berhak memperoleh sertifikat SMK3 bendera Emas.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan&Kesehatan Kerja (SMK3) di Pelabuhan tersebut bukanlah hal yang mudah untuk  dapat dicapai, perlu usaha dan kerja keras serta kerjasama semua mitra kerja & pengguna jasa yang melakukan kegiatan di Pelabuhan. Masalah mendasar yang dilakukan oleh manajemen PT Pelindo III (Persero) sebelum penerapan SMK3 adalah dengan membuat komitmen manajemen yang tidak hanya dituangkan dalam kebijakan General Manajer saja, tetapi harus adanya dukungan nyata dari semua lini manajemen. Apalagi Pelabuhan merupakan perusahaan yang memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya kecelakaan kerja, karena dalam kegiatan selama 24 jam sehari menggunakan peralatan angkat dan angkut.

Dengan penerapan SMK3, semua kegiatan/pekerjaan yang dilakukan di lingkungan kerja Pelabuhan telah diatur dengan prosedur & perijinan yang ketat agar resiko terjadinya kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin. Setiap kejadian accident / kecelakaan kerja yang terjadi harus dilakukan investigasi secara menyeluruh dan tuntas, agar dapat diketahui penyebab terjadinya kecelakaan tersebut sehingga kecelakaan serupa akan dapat diantisipasi lebih awal dan kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

Terhadap semua pegawai, mitra kerja & pengguna jasa yang melakukan aktifitas diwajibkan untuk melengkapi diri dengan ID Card sejalan dengan ketentuan ISPS Code serta mengenakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti helm pengaman, rompi berskotlet, safety shoes, safety belt, sarung tangan, dll terutama pada tempat-tempat khusus yang telah dipasang rambu yang telah ditentukan oleh manajemen PT Pelindo III.

Kontraktor dan mitra kerja yang melakukan pekerjaan spesifik, harus mengisi form ijin kerja (work permit) terlebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan, sehingga kemungkinan resiko kecelakaan akibat pekerjaan tersebut dapat dicegah, seperti contoh pada pekerjaan ketinggian, pekerjaan pada listrik tegangan tinggi, dan pekerjaan pengelasan.

Sebagai upaya untuk memastikan diterapkannya SMK3 dilapangan, secara berkala dilakukan latihan secara rutin seperti : evakuasi keadaan darurat, latihan penggunaan alat pemadam api ringan dan pemadam jenis hydrant, serta dilakukan safety induktion, briefing K3 serta sosialisasi / pengarahan K3 yang tidak hanya diberikan kepada pegawai saja, tetapi justru difocuskan pada kepada para petugas security, petugas operasional lapangan, serta mitra kerja yang melakukan aktifitas operasional langsung di Pelabuhan seperti : maintenance peralatan, operator, tally, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), serta termasuk tenaga Cleaning Service (CS).(*/pl)

Share

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

PELINDO tiga
LOGO TPK Koja
GRAHA SEGARA
TEMAS LINE
DKB
ARCOLA
ABH
FIATA
GINSI
APBMI
ASIA PASIFIC
APMTI
PT EDI Indonesia
APBI
Space Iklan
Space Iklan