JAKARTA-pelabuhanku.com: Tarif  penanganan petikemas di pelabuhan atau terminal handling charge (THC) yang di pungut perusahaan pelayaran asing melalui agen-nya di  Indonesia, masih menyisakan persoalan.

Sebab, selama ini biaya THC yang ada di pelabuhan Indonesia terdiri dari komponen container handling charge (CHC)  dan  surcharge (biaya tambahan). CHC sendiri di bayarkan kepada operator pelabuhan dan penentuan tarifnya berdasarkan Keputusan Direksi Pelindo setelah melalui kesepakatan asosiasi terkait di pelabuhan setelah itu  ditetapkan  melewati persetujuan Kementerian Perhubungan.

Kabiro Humas Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)  Ahmad Junaidi saat ini lembaganya tengah menganalisa regulasi terkait pelaksanaan THC.  KPPU terus mendalami dugaan kartel dalam penetapan tarif THC untuk kegiatan pengapalan ekspor impor di pelabuhan Indonesia itu.

“Kalau memang nanti diketahui regulasi terkait pelaksanaan THC mendukung terjadinya kartel atau pelanggaran terhadap UU Persaingan Usaha maka kami akan memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Namun demikian, Junaidi belum dapat memastikan kapan pemeriksaan tersebut akan selesai. Dia juga belum dapat memastikan apakah pemeriksaan tersebut akan menjadi perkara atau tidak.

“Proses analisa ini masih butuh waktu. Ke depannya [apakah menjadi perkara atau tidak], kami masih harus mempertimbangkan hasil analisa terhadap regulasi ini,” jelasnya sambil menambahkan bahwa  perkara tersebut menjadi salah satu prioritas KPPU saat ini.(*/idr

Share

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

PELINDO tiga
LOGO TPK Koja
GRAHA SEGARA
TEMAS LINE
DKB
ARCOLA
ABH
FIATA
GINSI
APBMI
ASIA PASIFIC
APMTI
PT EDI Indonesia
APBI
Space Iklan
Space Iklan